Permasalahan yang Dihadapi BUMDes di Desa Sumbermulyo, Part 9

Oleh 14 July 2016

Permasalahan yang dihadapi oleh BUMDes di desa Sumbermulyo diantaranya yaitu:

Konflik Kebutuhan Air

Air merupakan komoditi penting bagi pertanian maupun Embung Merdeka. Namun terjadi konflik akibat embung yang menahan air justru dijadikan kolam pemancingan, padahal di sisi lain petani membutuhkan air untuk mengairi sawah. Pernah pula terjadi konflik dimana pintu air di embung dibuka tanpa sepengetahuan pengelola sehingga BUMDes mengalami kerugian.

Pengembangan Kapasitas Manajerial BUMDes

BUMDES membutuhkan pengembangan kapasitas manajerial bagi pengelolanya. Pengelola BUMDes membutuhkan pengetahuan tentang perencanaan, pengembangan produk, pemasaran, pengelolaan SDM, pencatatan keuangan sesuai standar akuntansi, dan mencari investor.

Finansial

BUMDes Sumbermulyo baru berdiri pada tahun 2014. Maka Sumbermulyo Mandiri membutuhkan dana investasi untuk mengembangkan usaha. Ada beberapa potensi dan perbaikan yang perlu dilakukan, seperti penghijauan di lokasi embung. Kios-kios yang berada di lokasi juga belum terkelola dengan baik.

Pelibatan warga berkebutuhan Khusus

Ada kurang lebih 45 warga difabel yang berdomisili di desa Sumbermulyo. Warga berkebutuhan khusus ini tidak mengetahui adanya BUMDes serta tidak dilibatkan.

Legal Standing

BUMDes di desa Sumbermulyo telah memiliki payung peraturan desa. Namun dari peraturan desa tersebut belum mengakomodasi kegiatan-kegiatan usaha yang ada didesa untuk bernaung dibawah BUMDes.

Lokasi dan ketersediaan lahan

Lokasi Embung Merdeka tidak strategis dan lahan yang tersedia juga sempit.

Sumber Saya Manusia (SDM)

Pengelola BUMDes sebagian adalah PNS dan yang lainnya memiliki profesi lain seperti petani, guru, dsb. Hal ini menyebabkan terhambatnya pengembangan BUMDes karenakan semua pengelola adalah pekerja paruh waktu BUMDes (sambilan).Belum ada yang fokus secara maksimal

Komunikasi

Warga yang menjadi partisipan dalam penelitian ini semua mengetahui tentang keberadaan BUMDes, tetapi tidak memahami dan mengerti secara detail apa saja yang menjadi program kerja BUMDes. Warga tidak paham tentang pengelolaan, aset, hasil, dan kegiatan BUMDes.

Sense of Belonging

Ketidaktahuan warga menyebabkan kurangnya rasa memiliki terhadap BUMDes. Warga hanya tahu tentang kegiatan pembuatan sabun, tetapi tidak mengetahui kegiatan lainnya. Sedangkan dari pihak pengelola BUMDes menuturkan tidak adanya kepedulian warga terhadap BUMDes. Dia mengatakan tidak adanya kesadaran warga untuk menjaga dan memelihara embung merdeka.

Relasi BUMDes dan Pemerintah Desa

Pengambilan keputusan di BUMDes menggunakan mekanisme musyawarah dan rapat dengan pemangku kepentingan. Hanya saja, Pemerintah Desa lebih dominan dalam pengambilan keputusan dibandingkan pengurus BUMDES. Seorang pengelola menuturkan bahwa mereka mengikuti “apa kata desa saja” dalam pengambilan keputusan.

Silahkan unduh file pdf BUMDes: Kewirausahaan Sosial Yang Berkelanjutan.

Artikel Badan Usaha Lainnya

Tulisan Dalam Kategori Badan Usaha (yang mungkin) Terkait