Permasalahan yang Dihadapi BUMDes di Desa Bleberan, Part 7

Oleh 30 June 2016

Permasalahan yang dihadapi oleh BUMDes di desa Bleberan adalah:

Kualitas Pelayanan PAB

Partisipan dalam penelitian ini menuturkan bahwa keberadaan unit usaha Pelayanan Air Bersih (PAB) sangat bermanfaat bagi kehidupan warga. PAB membantu warga menghemat pengeluaran untuk membeli air bersih. Hanya saja unit pelayanan ini belum dapat memuaskan pelanggan. Sebagian besar partisipan mengeluhkan ketidaklancaran pasokan air ke rumah-rumah warga. Air seringkali mengalir hanya dua hari sekali. Warga mengharapkan adanya peningkatan kualitas pelayanan penyediaan air bersih.

Infrastruktur BUMDes

Beberapa infrastruktur masih sangat dibutuhkan untuk pengembangan BUMDes. Infrastruktur yang dibutuhkan berupa jalan menuju lokasi pariwisata yang sempit dan rusak, penerangan, penataan kios, dan juga pompa air sehingga pasokan air dapat terjamin. Partisipan juga mengeluhkan pemerintah desa yang mereka nilai tidak peduli akan kebutuhan infrastruktur.

Macetnya Koperasi Simpan Pinjam

Koperasi simpan pinjam yang ada di desa Bleberan tidak berjalan lancar. Koperasi memiliki piutang macet yang cukup besar. Hal ini disebabkan ketidakdisiplinan anggota dalam membayar angsuran. Koperasi ini membutuhkan suntikan modal untuk dapat berjalan kembali.

Kapasitas Manajerial Pengelola

Pengelola BUMDes membutuhkan penambahan kapasitas manajerial, terutama dalam bidang keuangan. Pencatatan yang dilakukan masih sederhana. Hal ini sangat penting terkait dengan besarnya nilai aset, omset dan juga akuntabilitas. Pengelola juga memerlukan penguatan di bidang pengelolaan SDM dan juga pemasaran. Kemampuan manajemen strategi juga dibutuhkan dalam pengelolaan BUMDes.

Komunikasi

Sebagian besar warga mengetahui keberadaan BUMDes Sejahtera, hanya saja mereka tidak memahami secara detail. Warga tidak paham tentang pengelolaan, aset, hasil dan kegiatan dari BUMDes.

Transparansi dan Kepercayaan Warga

Partisipan penelitian menuturkan perlunya transparansi terutama dalam hal pengelolaan BUMDes. Buruknya pelayanan PAB membuat warga tidak mempercayai kapabilitas pengelola, sehingga mereka menuntut adanya pengelolaan yang transparan. Buruknya kualitas pelayanan ini sangat mempengaruhi tingkat kepercayaan warga terhadap kemampuan pengelola BUMDes. Warga juga meminta adanya transparansi terkait keuangan BUMDes serta sosialisasi terkait kegiatan BUMDes. Partisipan menuturkan adanya ketidakpastian nilai keuntungan dari BUMDes. Partisipan juga menghendaki adanya pembagian keuntungan dengan penghitungan yang jelas bagi setiap pedukuhan.

Sumber Daya Manusia (SDM)

Pengelola BUMDes yang menjadi partisipan dalam penelitian ini mengatakan bahwa ada keperluan untuk meningkatkan kualitas SDM dari BUMDes. Diperlukan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas SDM dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan.

Kecemburuan Sosial

Partisipan dalam penelitian ini menjabarkan beberapa faktor yang mendorong munculnya kecemburuan sosial. Faktor-faktor tersebut adalah: 1) Penyerapan tenaga kerja yang tidak merata. Beberapa partisipan mengatakan bahwa tenaga kerja yang terserap belum merata untuk setiap dusun; dan 2) Alokasi dana yang tidak merata. Hasil dari BUMDes pada mulanya diprioritaskan untuk Dusun Menggoran, namun saat ini setiap dusun mendapatkan kompensasi sebagai upaya menghilangkan kecemburuan sosial.

Silahkan unduh file pdf BUMDes: Kewirausahaan Sosial Yang Berkelanjutan.