Manfaat BUMDes bagi Masyarakat Desa Bleberan, Part 6

Oleh 23 June 2016

Desa Bleberan memiliki BUMDes yang bernama BUMDes Sejahtera yang berdiri pada tahun 2003. BUMDes Sejahtera sudah memiliki legal standing, baik dalam bentuk akta notaris maupun peraturan desa yang memperkuat keberadannya. BUMDes ini memiliki usaha di bidang penyediaan air bersih, pariwisata, dan koperasi simpan pinjam. Untuk usaha air bersih dan pariwisata, BUMDes Sejahtera memiliki omset sekitar 1,3 Miliar rupiah dalam satu tahunnya. Investasi awal pendirian BUMDes berkisar 7-10 Miliar rupiah. Pengelola BUMDes selalu membuat laporan tahunan.

Dengan modal yang besar tersebut, BUMDes Sejahtera menyumbang PADes yang cukup besar kepada desa. Jumlah PADes yang disumbangkan ke desa pada tahun 2013 sebanyak Rp 64.000.000,- yang merupakan 25% dari laba BUMDes. Setiap dusun menerima kurang lebih Rp 6.000.000,- per tahun. Jumlah yang dapat dikatakan cukup besar. Namun hasil penelitian ini menemukan hal yang menarik dimana sebagian besar partisipan penelitian menyatakan bahwa keberadaan BUMDes ini belum membawa peningkatan kesejahteraan bagi warga desa Bleberan.

BUMDes Sejahtera memiliki tiga unit usaha, yaitu: penyedia air bersih, koperasi simpan pinjam, dan pariwisata Gua Rancang dan Air Terjun Sri Gethuk. Hasil usaha BUMDes cukup besar terutama dari unit usaha pariwisata. PADes yang diperoleh dari laba BUMDes dialokasikan ke desa dan dusun-dusun. Selain PADes, BUMDes Sejahtera juga membawa manfaat bagi masyarakat dalam hal ketersediaan air bersih. Pengelola BUMDES menyatakan bahwa adanya usaha ini dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 87% dari warga desa. BUMDes juga mendukung kegiatan kelompok seperti ibu-ibu PKK dan Karang Taruna dengan memberikan dana sponsor untuk kegiatan mereka. BUMDes Sejahtera pun melakukan kegiatan sosial melalui pemberian santunan dan rehabilitasi rumah warga miskin.

Hasil PADes yang besar ternyata masih belum dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Hal ini terungkap dari hasil wawancara kepada beberapa partisipan yang menyatakan bahwa keberadaan BUMDes tidak membawa peningkatan kesejahteraan. Mereka mengatakan bahwa hasil BUMDes masuk ke kas desa dan tidak ada yang secara langsung dinikmati oleh warga. Beberapa partisipan mengungkapkan bahwa pernah ada ketidakharmonisan dengan pengelola BUMDes sebelumnya, sehingga dusun mereka tidak menikmati hasil BUMDes. Kelompok  tani juga belum pernah mendapatkan bantuan yang berasal dari BUMDes.

Silahkan unduh file pdf BUMDes: Kewirausahaan Sosial Yang Berkelanjutan.