Gunungkidul Peroleh Dana Desa Rp 103.5 Miliar

Oleh 21 June 2016

Tertinggi DD Rp 885 juta untuk Giripurwo

Sebanyak 144 Desa di Kabupaten Gunungkidul, DIY, memperoleh Rp 103,5 miliar tahun 2016. Pemkab Gunungkidul mempertegas pelaksanaan UU 6/2014 tentang desa beserta aturan turunannya dengan Perbup Nomor 17/2016 tentang tata cara pembagian dan penetapan rincian Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2016.

Seperti pencermatan perbup dilakukan Yayasan Penabulu dalam sepekan ini, Perbup ditandatangi Bupati Badingah dan Pj. Sekda Supartono pada 20 April 2016 juga mengatur mekanisme penyaluran DD dari pemkab ke Desa dalam dua (II) tahapan yang patut diperhatikan bagi pemerintah desa maupun masyarakat.

Pencairan DD Tahap I, yakni bulan bulan Maret, sebesar 60% bagi desa yang sudah menyampaikan Peraturan Desa (perdes) tentang APBDes berikut laporan realisasi penggunaan DD tahun anggaran sebelumnya. Sedangkan pencairan DD Tahap II, yakni pada bulan Agustus sebesar 40%.

“Dengan ketentuan syarat DD tahap I sudah terserap minimal 50%. kades hendaknya kini sudah mulai bersiap untuk melaporkan penggunaan DD tahap I paling lambat minggu kedua yakni bulan Juli untuk bisa mencairkan DD tahap II ”, kata Farhan, abdi negara bertugas di Bagian Administrasi Pemerintah Desa Setda Gunungkidul turut dalam pencermatan perbup, Senin (20/6).

Sebagaimana diatur dalam Perbup Gunungkidul Bab IV bab Penggunaan DD Pasal 7 (c), tahun 2016 ini DD diprioritaskan untuk membiayai dua belanja yakni bidang pelaksanaan pembangunan desa dan bidang pemberdayaan masyarakat.

Pasal 9 memperjelas penggunaan untuk membiayai belanja bidang pelaksanaan pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat, kualitas hidup manusia, dan penanggulangan kemiskinan, antar lain disebut dalam 26 item, meliputi: pengembangan desa siaga, pengelolaan dan pembinaan posyandu, pembinaan dan pengelolaan PAUD, pembangunan dan pemeliharaan jalan desa, pembangunan dan pemeliharaan jembatan desa, pembangunan/pemeliharaan jalan usaha tani, pembangunan/pemeliharaan embung desa, pembangunan energi baru dan terbarukan, pembangunan/pemeliharaan sanitasi lingkungan, pembangunan. pengelolaan air bersih berskala desa, pembangunan dan pemeliharaan irigasi tersier, pembangunan/pemeliharaan serta pengelolaan saluran untuk budidaya perikanan. Selain itu, pendirian, pengembangan dan penyertaan modal BUMDes, pembangunan dan pengelolaan pasar desa dan kios desa, pengembangan obyek wisata desa, pembangunan dan pengelolaan TPI desa, pembangunan dan pengelolaan keramba jaring apung dan bagan ikan, pembangunan dan pengelolaan lumbung pangan desa, pembuatan pupuk dan pakan organik untuk pertanian dan perikanan, pengembangan benih lokal, pengembangan ternak kolektif, pembangunan dan pengelolaan energi mandiri, pembangunan dan pengelolaan tambahan perahu, pengelolaan dan pengembangan hutan milik desa, pengelolaan sampah.

Pada Pasal 10 mengatur penggunaan DD yang diprioritaskan untuk membiayai bidang pemberdayaan masyarakat bertujuan penanggulangan kemiskinan dan peningkatan akses atas sumber daya ekonomi, antara lain: peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa, mendukung kegiatan ekonomi baik dikembang BUMDes maupun kelompok usaha lainnya, pembentukan dan peningkatan kapasitas kader pemberdayaan masyarakata desa, pelatihan untuk LPMD dan tokoh masyarakat mengenai pemberdayaan masyarakat desa, pengorganisasian melalui pembentukan dan fasilitasi paralegal untuk memberikan bantuan hukum kepada masyarakat desa, dukungan terhadap kegiatan desa dan masyarakat pengelola hutan desa dan hutan kemasyarakatan, peningkatan kapasitas masyarakat melalui delapan kelompok, yakni Kelompok usaha ekonomi produktif, Kelompok perempuan, Kelompok tani, Kelompok masyarakat miskin, Kelompok nelayan, Kelompok perajin, Kelompok pemerhati dan perlindungan anak, dan Kelompok pemuda.

Farhan membenarkan, pada tahun anggaran 2015 kemarin, terdapat sekitar 40 persen dari 144 desa yang sisa lebih perhitungan atau Silpa relatif masih tinggi karena perhitungan waktu yang tidak memungkinkan diakhir tahun anggaran ditengah keragu-raguan pemerintah desa dalam mengelola Dana Desa. Dalam pantauannya, terdapat 17 desa yang tidak maksimal menyerap ADD secara bertahap dalam 12 bulan tahapan.

“Ada yang hanya 9 bulan, 10 bulan, ada yang hanya 11 bulan. Tidak lengkap 12 bulan. Totalnya ada 17 desa. Padahal sebenarnya kalau bisa menyesuaikan ritme kerja pencairan dua kali dalam sebulan pun bisa,” ujarnya.

Ada dua jenis anggaran dana yang diperoleh 144 desa dari implementasi UU Desa. Selain Alokasi Dana Desa (ADD) untuk operasional menjalankan pemerintahan desa nilainya berkisar antara Rp 400-600 juta per desa, desa mendapatkan Dana Desa (DD).

Ini dia DD 144 Desa di Gunungkidul tahun 2016.

Kecamatan Wonosari total: Rp 9.562.209.800

WONOSARI 690.477.900, KEPEK 696.038.900, BALEHARJO 699.211.200, PIYAMAN 684.199.400, SELANG 738.490.100, SIRAMAN 654.002.600, GARI 673.641.100, KARANGTENGAH 676.188.500, PULUTAN 715.459.200, WARENG 658.569.600, DUWET 654.929.300, MULO 662.325.800, WUNUNG 693.916.000, KARANGREJEK 674.760.200.

Kecamatan Playen total: Rp 9.041.561.500

BANCUSOCO 740.133.700, PLEMBUTAN 704.991.300, BLEBERAN 735.581.300, GETAS 707.894.800, DENGOK 678.962.800, NGUNUT 668.945.400, PLAYEN 690.591.400, NGAWU 658.404.200, BANDUNG 649.489.400, LOGANDENG 732.812.600, GADING 708.357.300, BANARAN 697.806.800, NGLERI 667.590.500.

Kecamatan Nglipar total: Rp 5.005.629.200

NATAH 702.337.400, PILANGREJO 713.095.400, KEDUNGPOH 725.344.700, PENGKOL 723.980.100, KEDUNGKERIS 713.419.600, NGLIPAR 697.685.800, KATONGAN 729.766.200.

Kecamatan Patuk total: Rp 7.460.105.500

BUNDER 659.739.400, BEJI 652.292.500, PENGKOK 670.648.200, SEMOYO 685.013.200, SALAM 703.010.600, PATUK 636.459.100, NGOROORO 682.851.200, NGLANGGERAN 674.438.800, PUTAT 675.050.800, NGLEGI 711.267.600, TERBAH 709.334.100.

Kecamatan Paliyan total: Rp 4.837.551.900

SODO 696.695.800, PAMPANG 677.841.100, GROGOL 648.749.300, KARANGDUWET 711.306.300, KARANGASEM 739.798.100, MULUSAN 696.516.300, GIRING 666.645.000.

Kecamatan Panggang total: Rp 4.454.188.900

GIRIKARTO 744.356.000, GIRISEKAR 830.167.400, GIRIMULYO 731.619.400, GIRIWUNGU 695.486.300, GIRIHARJO 683.886.000, GIRISUKO 768.673.800.

Kecamatan Tepus total: Rp 3.758.184.900

GIRIPANGGUNG 728.758.100, SUMBERWUNGU 758.368.000, SIDOARJO 696.684.200, TEPUS 803.734.800, PURWODADI 770.639.700.

Kecamatan Tanjungsari total: Rp 3.648.900.000

HARGOSARI 704.110.600, KEMIRI 733.082.300, KEMADANG 754.711.700, BANJARREJO 719.244.700, NGESTIREJO 737.750.700.

Kecamatan Semanu total: Rp 3.961.314.900

NGEPOSARI 762.666.400, SEMANU 803.755.000, PACAREJO 886.400.600, CANDIREJO 765.392.700, DADAPAYU 743.000.200.

Kecamatan Karangmojo total: Rp 6.427.909.800

BEJIHARJO 905.241.400, WILADEG 659.209.400, BENDUNGAN 653.749.600, KELOR 630.289.300, NGIPAK 666.406.800, KARANGMOJO 753.389.200, GEDANGREJO 701.538.300, NGAWIS 684.920.400, JATIAYU 774.165.400.

Kecamatan Ponjong total: Rp 7.825.510.500

UMBULREJO 772.924.600, SAWAHAN 772.081.500, TAMBAKROMO 719.101.100, KENTENG 698.731.500, SUMBERGIRI 712.340.800, GENJAHAN 680.146.300, PONJONG 671.207.700, KARANGASEM 669.972.500, BEDOYO 666.378.400, SIDOREJO 799.887.700, GOMBANG 662.738.400

Kecamatan Rongkop total: Rp 5.606.246.400

BOHOL 655.571.300, PRINGOMBO 706.488.200, BOTODAYAKAN 739.579.700, PETIR 695.219.200, PUCANG ANOM 696.200.600, SEMUGIH 713.726.300, MELIKAN 705.330.800, KARAWANGWUNI 694.130.300.

Kecamatan Girisubo total: Rp 5.613.536.900

BALONG 725.818.100, JEPITU 702.038.000 , KARANGAWEN 664.695.600, NGLINDUR 683.469.800, JERUKWUDEL 647.802.000, TILENG 747.604.600, PUCUNG 724.332.900, SONGBANYU 717.775.700,

Kecamatan Semin total: Rp 7.303.749.500

KALITEKUK 698.182.300, KEMEJING 701.623.100, BULUREJO 681.443.600, SUMBERREJO 705.212.600, BENDUNG 693.157.400, CANDIREJO 793.771.900 , REJOSARI 728.459.000, KARANGSARI 752.165.300, PUNDUNGSARI 723.812.400, SEMIN 825.922.900

Kecamatan Ngawen total: Rp 4.500.365.800

TANCEP 806.804.600, SAMBIREJO 781.127.100, JURANGJERO 733.412.600, KAMPUNG 741.943.400, BEJI 705.366.600, WATUSIGAR 731.711.500.

Kecamatan Gedangsari total: Rp 5.328.915.300

HARGOMULYO 803.197.200, MERTELU 749.340.800, WATUGAJAH 724.934.300, SAMPANG 678.205.700, SERUT 737.315.600, NGALANG 817.388.100, TEGALREJO 818.533.600

Kecamatan Saptosari total: Rp 5.364.378.000

KRAMBILSAWIT 827.656.300, NGLORO 718.796.300 , JETIS 726.736.900, KEPEK 785.513.400, KANIGORO 809.826.500, MONGGOL 744.085.000, PLANJAN 751.763.700.

Kecamatan Purwosari total: Rp 3.867.659.000

GIRIPURWO 885.070.400, GIRICAHYO 714.957.400, GIRIJATI 760.306.20, GIRIASIH 775.637.200 , GIRITIRTO 731.687.900.

Total Dana Desa (DD) untuk 144 desa Kabupaten Gunungkidul: Rp 103.567.918.000.