Menteri Marwan Kagumi Konsep Badan Usaha Desa yang Sejahterakan Rakyat

Oleh 2 April 2016

Gorontalo – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrari Marwan Jafar yang melakukan kunjungan kerja di Desa Huntu Barat, Kec. Bolango Selatan, Kab. Bone Bolango, Gorontalo. Ia terpukau dengan pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMD) yang dikembangkan oleh masyarakat Desa Huntu Barat.

“Desa Huntu Barat ini salah satu contoh sukses penggunaan dana desa dengan membangun BUMD. Saya merasa ikut terpacu dan ingin mengajak desa-desa lain melakukan hal sama agar cepat maju seperti Desa Huntu Barat,” kata Marwan saat berkunjung, Minggu (10/1/2016).

Pembentukan BUMD oleh masyarakat Desa Huntu Barat ini berperan menghidupkan perekonomian lokal seperti pengembangan hasil-hasil pertanian dan pemeliharaan ikan air tawar. Marwan menilai kreatifitas masyarakat DesaHuntu Barat bisa terus dikembangkan karena akan meningkat kas dana desa.

ika tahun 2015 jumlah dana desa untuk Huntu Barat sebesar Rp284 juta, maka tahun ini akan mencapai sekitar Rp700 juta.

“Bahkan kalau sangat bagus dan potensial dikembangkan terus, saya akan pakai dana kementerian di luar dana desa. Misalnya dengan membangun keterpaduan dengan desa-desa sekitar sehingga roda pembangunan lebih cepat dan merata,” ucapnya.

Marwan tertarik karena banyak potensi yang bisa dikembangkan masyarakat desa-desa di wilayah Bone Bulango. Kabupaten ini dinilainya akan mampu mengejar ketertinggalan dari daerah lain jika desa-desa bergerak cepat, kompak, dan inovatif melakukan pembangunan.

“Saya sendiri seperti mendapat vitamin begitu datang ke sini melihat langsung pelaksanaan perogram desa. Ini luar biasa, karena desa membangun Indonesia bukan sekedar slogan tapi akan terwujud dengan nyata,” ucapnya.Pada kesempatan sama, Kades Huntu Barat, Arfan Iskandar Badjeber mengatakan, kolam ikan tawar yang mereka kembangkan menjadi lebih maju setelah dikelola dengan BUMD yang memakai dana desa. Selain kolam ikan air tawar, juga ada usaha meubel dan bengkel las yang akan lebih banyak memberdayakan masyarakat.

“Untuk ikan air tawar, kita sudah merasakan hasilnya. Sekali panen kita bisa mendapat 600 kg dan harga per kg mencapai Rp 38.000. Hasilnya sudah Rp 22.800.000 sekali panen,” ucap Arfan.

Diolah dari sumber: detiknews.com, 10 Januari 2016.