Dana Desa Boleh Buat Tempat Pembuangan Sampah

Oleh 5 October 2015

Dana desa yang sudah dicairkan dari Kabupaten ke desa-desa sudah mencapai 65 persen dan sejauh ini sudah 45 persen dari dana desa tersebut yang sudah dibelanjakan oleh desa-desa.

Menurut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, kebanyakan dana desa dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur pedesaan.

“Tiap hari akan dipantau dan setiap hari terus akan ada pergerakan mengenai dana desa ini,” ujar Marwan dikutip dari laman Kementerian Desa, Sabtu (3/10/2015).

Kebutuhan infrastruktur pedesaan, menurut Marwan, masih penting untuk diperkuat mengingat kondisi infrastruktur di desa-desa masih sangat memprihatinkan.

Marwan mencontohkan ketersediaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang masih minim di pedesaan apotheke viagra ohne rezept.

“Dari data Podes 2014, hanya ada 11,18 persen desa yang memiliki fasilitas TPS, sedangkan sisanya yakni sebesar 88,82 persen tidak memiliki TPS,” imbuhnya.

Minimnya fasilitas ketersediaan TPS bagi masyarakat di desa berdampak pada cara masyarakat dalam membuang sampah.

“Mayoritas masyarakat di desa 65,08 persen membuang sampah dengan cara menggali lubang atau membakar sampah tersebut, sedangkan 9,77 persen masyarakat membuang sampah di sungai, saluran irigasi, danau atau laut yang berakibat pada pencemaran lingkungan,” imbuhnya.

Dengan adanya dana desa, persoalan seperti minimnya ketersedian TPS bisa segera di atasi.

“Dengan dana desa bisa dibuat untuk membuat TPS, atau membuat bank sampah yang bisa dikelola oleh masyarakat setempat, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga,” tutupnya.

Diolah dari sumber: acehterkini.com, 3 Oktober 2015.

Artikel Akuntabilitas Lainnya

Tulisan Dalam Kategori Akuntabilitas (yang mungkin) Terkait