Dana Desa Berpotensi Berdayakan Perempuan

Oleh 31 March 2015

Pencairan dana Rp1,4 miliar ke desa yang dilakukan dalam tiga tahap mulai April 2015, dinilai dapat menjadi momentum percepatan pemberantasan kemiskinan kaum perempuan di desa-desa. Pencairan dana tersebut merupakan implementasi dari UU No 6 tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) yang baru saja disahkan. Hadirnya dana tersebut , dapat menjadi pintu masuk dari dijalankannya pasal 14 Convention of Ellimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW), yang mengamanatkan agar perempuan pedesaan mendapatkan akses pendidikan, kesehatan, partisipasi perempuan dalam organisasi masyarakat, dan akses perempuan untuk kehidupan yang layak.

Dari sekitar 28 juta orang miskin di Indonesia yang ada pada saat ini, 63 persen tinggal di pedesaan. Dari 63 persen itu kebanyakan yang miskin adalah perempuan. Dia mengatakan, selain miskin, banyak perempuan desa yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, perdagangan manusia, eksploitasi oleh keluarganya sendiri dan sebagainya. Pasalnya di dalam adat istiadat yang tidak tertulis, bila dalam suatu keluarga terjadi kelaparan dan kemiskinan, anggota keluarga yang paling berat menanggungnya adalah ibu rumah tangga. Sang ibu biasanya lebih merelakan porsi makanan besar untuk suami dan anak-anak mereka. Terkadang sang ibu harus mengambil air dari sumber mata air yang jauh dan sebagainya.

Sumber : waspada.co.id